PENGEMBANGAN KEMANDIRIAN PENYANDANG DISABILITAS TUNA DAKSA MELALUI PROGRAM PENINGKATAN RASA PERCAYA DIRI DAN PELATIHAN DIGITAL DESAIN GRAFIS DI YPAC KOTA SURAKARTA.

Authors

  • MUHAMMAD SIDIQ Universitas Muhammadiyah Surakarta

Keywords:

Disabilitas, Percaya Diri, Pelatihan Digital

Abstract

Keterbatasan fisik bagi anak-anak menyulitkan mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari secara mandiri. Di tengah situasi yang dipenuhi tantangan ini, Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Kota Surakarta, sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang rehabilitasi dan pemberdayaan penyandang disabilitas, bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah yang tergabung dalam tim program kreativitas mahasiswa (PKM) melakukan pelatihan program inovatif untuk meningkatkan kemandirian penyandang disabilitas tuna daksa di YPAC Kota Surakarta. Program ini berfokus pada peningkatan rasa percaya diri dan pengembangan keterampilan digital melalui pelatihan desain grafis. Pelatihan ini dirancang untuk membekali para penyandang disabilitas tuna daksa dengan kemampuan baru yang dapat mereka gunakan untuk menunjang kemandirian ekonomi. Penguasaan desain grafis, dapat membuka peluang kerja baru di era digital seperti menjadi freelancercontent creator, atau membuka usaha desain grafis. Program ini tidak hanya melatih keterampilan teknis, tetapi juga membangun rasa percaya diri dan kemandirian para penyandang disabilitas tuna daksa. Melalui pelatihan dan mentoring, anak -anak didorong untuk berani menunjukkan kemampuan mereka dan memaksimalkan potensi diri. Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam rasa percaya diri dan keterampilan digital para penyandang disabilitas tuna daksa. Mereka mampu menghasilkan karya desain grafis yang memiliki nilai jual dan memiliki minat untuk mengembangkan keterampilan mereka lebih lanjut. Program ini menjadi contoh nyata bagaimana organisasi nirlaba dan tim mahasiswa dapat berperan dalam memberdayakan penyandang disabilitas tuna daksa dan membuka jalan menuju kemandirian mereka. Dengan dukungan dan pelatihan yang tepat, penyandang disabilitas tuna daksa dapat mencapai potensi penuh mereka dan berkontribusi secara positif bagi masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Pusat Statistik (BPS). (2021). Statistik Penyandang Disabilitas 2021. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Kota Surakarta. (2024). Laporan Kegiatan Pelatihan Desain Grafis untuk Penyandang Disabilitas Tuna Daksa. Surakarta: YPAC.

Universitas Muhammadiyah Surakarta. (2024). Laporan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Bidang Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Tuna Daksa. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Sucahyo, N. (2019). "Peran Teknologi dalam Pemberdayaan Penyandang Disabilitas."

YPAC Kota Surakarta. (2023). "Dampak Penggunaan Gadget pada Penyandang Disabilitas Tuna Daksa." Yayasan Pembinaan Anak Cacat Kota Surakarta.

Aufan, D. (2011). Metode Pengajaran untuk Penyandang Disabilitas. Penerbit Edukasi.

Fathurrohman, M. (2016). Model-Model Pembelajaran Inovatif. Ghalia Indonesia.

Downloads

Published

2024-07-08

How to Cite

MUHAMMAD SIDIQ. (2024). PENGEMBANGAN KEMANDIRIAN PENYANDANG DISABILITAS TUNA DAKSA MELALUI PROGRAM PENINGKATAN RASA PERCAYA DIRI DAN PELATIHAN DIGITAL DESAIN GRAFIS DI YPAC KOTA SURAKARTA. KRIDA CENDEKIA, 3(01). Retrieved from https://kridacendekia.com/index.php/jkc/article/view/176

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.